Dandim 1802/Sorong Hadiri Acara Sumpah Adat Oleh Orang Tua – Tua Suku Moi

1,205

 

Patrolicia.com/Sorong papua barat, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman, S.E., M.I.Pol., M.M. menghadiri acara Sumpah Adat oleh Orang Tua – tua Suku Moi dalam rangka menentukan dan memberikan kepastian tentang kepemilikan hak atas tanah Kampus UMS sebesar 1.067 Hektar antara Marga Kalami-Klagalus, Ulim dan Kwaktolo bertempat di Halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) Jln. Pendidikan No.27, Kelurahan Malaingkedi Distrik Sorong Utara, Kota Sorong jumat (22/05/20).

Kegiatan dipimpin Ketua Dewan Adat Suku Moi-Maladum Josua J. Mainolo, SH dan dihadiri oleh Ketua DPRD Sorong Habel Yandafle, SH, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman, S’E., M.I.Pol., M.M., Kapolres Sorong Kota AKBP Ari Nyoto Setiawan. S.Ik, MH., Wakil Ketua LMA Malamoi Melkianus Osok, Ketua Dewan Adat Suku Moi Joshua I. Mainolo, SH, Sekretaris Dewan Adat Suku Moi Yowel O. Gefilem, ST, Wakil Rektor 3 UMS Dr. H. Karsiman, Anggota DPRD Kota Sorong/Tokoh Adat Suku Moi Jonas Malibela, Kepala BPN Kota Sorong Poltak Silitonga, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.

Pelaksanaan sumpah adat merupakan acara adat yang sakral bagi masyarakat suku Moi, sehingga apabila ada salah satu pihak marga yang melanggar maka akan menerima konsekuensi dari adat yang berlaku, Adapun mekanisme sumpah adat tersebut, marga yang bertikai masalah tanah adat hadir dan dengan memakan tanah yang telah tersedia diatas piring adat.

Telah dilakukan penjemputan terhadap keluarga Ulim-Kwaktolo dikarenakan belum datang ke tempat acara, Hal ini dilakukan guna tidak dijadikan permasalahan dikemudian hari setelah pelaksanaan acara sumpah adat.

Pelaksanaan sumpah adat oleh Orang Tua tua Suku Moi juga dilaksanakan karena ada pemyampaian dari Drs. H. Muhammad Ali, MM, MH (Rektor UMS) bahwa kepemilikan tanah Kampus UMS bukan hanya marga Kalami-Klagulus namun ada marga lainnya yaitu Ulim-Kwaktolo sehingga hal ini menjadi pemicu marga Kalami-Klagulus untuk melakukan acara sumpah adat untuk melakukan pembuktian kepemilikan tanah secara hukum adat.

Dengan tidak hadirnya pihak dari marga Ulim-Kwaktolo secara hukum adat dan atas dasar pelaksanaan sumpah adat, maka tanah kampus Univ. Muhamadiyah Sorong seluas 1.067 Hektar menjadi milik marga Kalami-Klagulus. (Timo/Leo)