Drs Dumuliahi djami M.si guru tetap mengontrol siswa belajar di rumah

1,081

 

Patroliacia.com /kota Kupang,- 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menerapkan Belajar Mengajar Siswa dari Rumah, baik itu online maupun off line namun selalu ada laporan melalui dokumentasi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, Kamis, 30/04/2020. Memang sebagian besar kepala sekolah sudah melaporkan siswa-siswa belajar di rumah.

Guru-guru selalu memberikan tugas kepada siswa dirumah untuk menyelesaikannya, kemudian guru juga mampir ke rumah siswa untuk mengontrol langsung bagi siswa yang off line. Kalau siswa yang online mereka berdialog bersama guru melaui online.

Selama pandemi covid 19 ini proses belajar mengajar di rumah tetap berjalan lancar, karena guru-guru selalu mengontrol dan juga memberikan laporan dokumentasi ke Dinas P&K Kota Kupang. Baik itu, guru-guru melaporkan melalui jalur pribadi maupun melaui group WhatsAp Dinas dan Guru.

Dinas juga selalu mendorong para Kepala Sekolah untuk melaporkan ke Dinas agar di ketahui bersama karena ada berbagai pihak yang mau mengetahui bahwa prosesnya belajar mengajar sepanjang pandemik itu seperti apa.

Selain itu, sebentar lagi memasuki tanggal 02 Mei 2020, dimana tibalah hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) namun tidak ada kegiatan-kegiatan yang dapat mengumpulkan masa, tetapi “Saya mengguga kawan-kawan Kepala Sekolah dan guru saling membantu dalam rangka dampak dalam covid- 19 ini”.

Lanjut Kadis P&K Kota Kupang, karena dampak dari covid-19 ini yang paling terasa itu guru honorer, baik itu Guru Paud, TK, SD, SMP. Oleh karena itu ada gerakan kumpul beras sebagai solidaritas terhadap kawan-kawan guru honorer. Targetnya itu bantuan ini harus tepat sasaran misalnya, ada guru honerer yang bujang tetapi ada guru honorer yang istrinya tidak kerja tetapi anaknya 2-3 orang itu sangat ketat dan layak dibantu.

Oleh karena itu kita melakukan rapat koordinasi besok besama pengurus Guru honorer Kota Kupang untuk memberikan bantuan kepada guru honorer yang sangat membutuhkan, selain itu juga kita membagi masker di sekolah-sekolah yang kita lihat orang tua siswa yang kurang mampu. Kedua hal yang kita lakukan pada tanggal 2 Mei nantinya. Tutup Djami.( Rjb)